TANGERANG SELATAN — Jika Tubagus Hendra Suherman adalah wajah transformasi Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan, Dr. Sugeng Santoso adalah salah satu orang yang menjaga ingatan panjang perusahaan itu. Ia berada di dalam PITS ketika badan usaha milik daerah tersebut masih mencari bentuk, menghadapi kritik, membangun bisnis, hingga akhirnya bertransformasi menjadi perusahaan yang semakin fokus pada pelayanan air minum.
Karena perjalanan panjang itulah sebutan “Kuncen Perseroda PITS” terasa menemukan tempatnya. Kuncen, dalam tradisi masyarakat, bukan sekadar orang yang menjaga pintu. Ia adalah orang yang mengetahui sejarah tempat, memahami perubahan yang pernah terjadi, mengenal lorong-lorong persoalan, dan tahu mengapa sebuah keputusan pada masa lalu diambil.
Sugeng memiliki posisi seperti itu di PITS. Ia bukan orang yang baru datang setelah perusahaan memperoleh penghargaan dan mulai dikenal sebagai PAM Kota Tangsel. Jejaknya sebagai Direktur Operasional telah muncul setidaknya sejak PITS masih berbentuk PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan dan menghadapi berbagai persoalan sebagai BUMD investasi. Pada 2021, namanya sudah tampil mewakili manajemen dalam diskusi publik mengenai untung-rugi dan masa depan perusahaan.
Dari PITS Lama hingga PAM Kota Tangsel
Perjalanan PITS tidak selalu lurus. Perusahaan pernah hidup dengan mandat investasi dan bidang usaha yang luas. Publik mempertanyakan kinerjanya, pemerintah daerah menuntut hasil, sementara manajemen harus mencari bentuk bisnis yang mampu membuat perusahaan bertahan.
Sugeng melewati fase itu dari dalam. Ia melihat masa ketika PITS belum memiliki identitas sekuat sekarang. Ia juga berada di perusahaan ketika arah baru mulai dibangun dan pelayanan air minum perlahan menjadi fokus utama.
Transformasi besar terjadi pada 2023. PITS memasuki babak baru sebagai Perseroda dan semakin diarahkan menjadi BUMD yang berfokus pada pelayanan air minum. Perubahan itu bukan hanya soal nama. Cara kerja perusahaan ikut berubah. Orientasi investasi harus bertemu dengan pelayanan publik, sementara ukuran keberhasilan tidak lagi semata-mata peluang bisnis, tetapi juga kemampuan menghadirkan air kepada masyarakat.
Dalam perjalanan perubahan tersebut, Sugeng menjadi salah satu figur yang memiliki memori kelembagaan paling panjang. Ia memahami perusahaan sebelum transformasi, mengalami masa transisi, lalu ikut menjalankan perusahaan setelah identitas PAM Kota Tangsel semakin diperkuat.
Itulah makna “kuncen” dalam profil ini. Bukan jabatan resmi, melainkan gambaran tentang seseorang yang mengetahui denyut perusahaan dari masa ke masa.
Doktor Ilmu Hukum di Ruang Operasional
Ada sisi yang membuat profil Sugeng berbeda. Ia memimpin bidang operasional, tetapi latar akademiknya dibangun kuat dalam ilmu hukum. Dalam profil resmi perusahaan, namanya tercatat sebagai Dr. Sugeng Santoso, S.H., M.H., M.Si., menjabat Direktur Operasional Perseroda PITS.
Perpaduan itu menarik. Dunia operasional air minum biasanya berbicara tentang instalasi, jaringan perpipaan, distribusi, sambungan rumah, tekanan air, gangguan pelayanan, hingga hubungan dengan pelanggan. Sementara ilmu hukum berbicara tentang aturan, kewenangan, kepastian, tanggung jawab dan tata kelola.
Bagi sebuah BUMD, dua dunia tersebut sesungguhnya tidak berjauhan. Setiap proyek air bersentuhan dengan perjanjian, aset, investasi, pengadaan, perizinan dan pertanggungjawaban publik. Setiap keputusan operasional memiliki batas kewenangan. Setiap kerja sama harus memiliki kepastian hukum.
Di situlah gelar doktor ilmu hukum Sugeng memperoleh konteks di luar ruang akademik. Hukum bukan hanya teori yang disimpan dalam disertasi. Dalam perusahaan daerah, ia menjadi pagar agar kecepatan bisnis tidak meninggalkan tata kelola.
Orang Lama yang Tetap Diuji
Menjadi orang lama dalam sebuah perusahaan memiliki dua sisi. Pengalaman dapat menjadi kekuatan karena seseorang memahami sejarah dan karakter organisasi. Namun, pengalaman juga dapat berubah menjadi zona nyaman apabila tidak disertai kemampuan beradaptasi.
Sugeng memilih kembali melewati ujian. Pada 2025, ketika jabatan komisaris dan direksi Perseroda PITS diseleksi, namanya tercatat sebagai calon Direktur Operasional. Ia mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan hingga wawancara pendalaman bersama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan. Pemerintah kota ketika itu menekankan profesionalisme dan pentingnya menjaga kepercayaan publik kepada para calon pimpinan BUMD.
Proses itu penting dalam membaca perjalanan Sugeng. Pengalaman panjang tidak otomatis membuat seseorang bebas dari penilaian. Ia tetap harus menjalani seleksi dan membuktikan kelayakannya untuk melanjutkan tugas.
Setelah proses tersebut, Sugeng tetap berada dalam jajaran direksi sebagai Direktur Operasional. Susunan manajemen terbaru perusahaan menempatkan Tubagus Hendra Suherman sebagai Direktur Utama, Sugeng Santoso sebagai Direktur Operasional, dan Agus Supadmo sebagai Direktur Umum.
Menjaga Jantung Pelayanan
Direktur operasional berada pada wilayah yang paling mudah dirasakan masyarakat. Strategi perusahaan dapat disusun di ruang rapat, tetapi pelanggan menilai perusahaan dengan ukuran yang jauh lebih sederhana: apakah air tersedia, apakah gangguan ditangani, dan apakah pelayanan berjalan.
Sugeng berada di wilayah itu. Ketika kekeringan melanda sejumlah kawasan Tangerang Selatan pada 2023, PITS mengirim tangki air kepada masyarakat. Dalam penjelasannya ketika itu, Sugeng menyebut satu tangki membawa sekitar 5.000 liter air. Respons lapangan seperti ini memperlihatkan pekerjaan operasional dalam bentuk paling konkret: ketika jaringan belum menjangkau atau keadaan darurat terjadi, perusahaan tetap harus mencari cara agar air sampai kepada warga.
Perannya juga terlihat dalam sosialisasi pemanfaatan air PAM dan pengembangan layanan. Dalam berbagai kegiatan perusahaan, Sugeng lebih sering muncul pada wilayah yang berkaitan dengan pelaksanaan lapangan, pelayanan, kesiapan operasional dan hubungan langsung dengan kebutuhan pelanggan.
Pada April 2026, ia memimpin apel pagi PAM Tangsel. Pesan yang ditekankan adalah disiplin, sinergi dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi perusahaan air, disiplin operasional merupakan jantung pelayanan. Kesalahan kecil dapat berdampak kepada banyak pelanggan.
Dari Pengalaman Menjadi Pengetahuan
Gelar doktor memberi Sugeng identitas akademik, tetapi pengalaman panjang memberinya jenis pengetahuan lain yang tidak selalu ditemukan dalam buku. Ia mengetahui perusahaan ketika berada dalam tekanan, ketika dipertanyakan publik, ketika belum memiliki fokus sejelas sekarang, dan ketika transformasi harus dijalankan.
Dalam teori organisasi, pengetahuan seperti itu disebut institutional memory atau memori kelembagaan. Sebuah perusahaan membutuhkan orang-orang yang mengetahui mengapa keputusan tertentu pernah diambil, kesalahan apa yang tidak boleh diulang, dan bagaimana sebuah organisasi berubah dari satu fase ke fase berikutnya.
Memori kelembagaan menjadi penting ketika perusahaan tumbuh cepat. Direksi dapat berganti, pegawai baru datang, proyek baru dibangun, dan teknologi berubah. Tanpa orang yang memahami sejarah, perusahaan berisiko mengulang kesalahan lama.
Namun, memori juga tidak boleh menjadi alasan untuk menolak perubahan. Tugas orang berpengalaman justru menjembatani masa lalu dengan kebutuhan baru. Ia harus mampu mengatakan mana tradisi yang layak dipertahankan dan mana kebiasaan lama yang harus ditinggalkan.
Mendampingi Transformasi PITS Sejak 2023
Ketika PITS bertransformasi pada 2023, Sugeng berada di dalam perjalanan itu. Ia ikut melewati perubahan dari perusahaan investasi menuju Perseroda yang semakin kuat identitasnya sebagai BUMD air minum.
Empat tahun berikutnya, perusahaan mulai mencatat rangkaian pencapaian. PITS memperoleh pengakuan TOP BUMD, memperbaiki kinerja keuangan, mengembangkan pelayanan, memperluas proyek sistem penyediaan air minum dan membangun identitas PAM Kota Tangsel.
Keberhasilan tersebut tentu bukan hasil kerja satu orang. BUMD adalah organisasi besar yang melibatkan pemegang saham, komisaris, direksi, pegawai dan mitra. Namun, dalam sebuah transformasi, keberadaan orang yang memahami masa lalu perusahaan memberi keuntungan tersendiri.
Sugeng menjadi jembatan antara PITS lama dan PITS baru.
Ia mengetahui perusahaan ketika masih dicari bentuknya. Ia berada di sana ketika kritik datang. Ia menyaksikan perubahan arah pada 2023. Dan kini, sebagai Direktur Operasional, ia ikut menjaga agar transformasi di atas kertas benar-benar menjadi pelayanan di lapangan.
Kuncen Tidak Hanya Menjaga Pintu
Sebutan “kuncen” sering dipahami terlalu sederhana sebagai penjaga. Padahal, seorang kuncen adalah pemegang cerita. Ia mengetahui jalan masuk, memahami sejarah, dan menjaga agar orang yang datang tidak kehilangan arah.
Dalam konteks Perseroda PITS, Sugeng Santoso dapat dibaca melalui filosofi itu. Ia bukan sekadar salah satu nama dalam susunan direksi. Ia adalah bagian dari perjalanan panjang perusahaan.
Gelar doktor ilmu hukum memberinya cara membaca aturan dan tata kelola. Pengalaman panjang memberinya kemampuan membaca perusahaan. Sementara jabatan Direktur Operasional menempatkannya pada titik tempat seluruh rencana akhirnya diuji oleh kenyataan.
Sebuah perusahaan air dapat memiliki rencana besar, investasi besar dan penghargaan besar. Namun, pada akhirnya semuanya bermuara pada satu hal: air harus sampai kepada masyarakat.
Di titik itulah tugas sang “kuncen” berada. Menjaga ingatan perusahaan, memahami setiap perubahan yang telah dilewati, tetapi tetap membuka pintu menuju masa depan.


