Wartabanten.comWartabanten.comWartabanten.com
  • Home
  • Nasional
  • Bisnis
  • Banten
    • Cilegon
    • Kabupaten Serang
    • Kota Serang
    • Lebak
    • Pandeglang
    • Tangerang
      • Kabupaten Tangerang
      • Kota Tangerang
      • Tangerang Selatan
  • Indeks Berita
Search
© 2023 WARTABanten.com. Situs Berita & Informasi Seputar Banten. All Rights Reserved.
Reading: Pastikan Proses Pendidikan Terus Berjalan, Kekurangan Guru Swasta di Tanah Papua Harus Dicarikan Solusi Cepat
Sign In
Notification Show More
Wartabanten.comWartabanten.com
  • Home
  • Nasional
  • Bisnis
  • Banten
  • Indeks Berita
Search
  • Home
  • Nasional
  • Bisnis
  • Banten
    • Cilegon
    • Kabupaten Serang
    • Kota Serang
    • Lebak
    • Pandeglang
    • Tangerang
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2023 WARTABanten.com. Situs Berita & Informasi Seputar Banten. All Rights Reserved.
Wartabanten.com > Pastikan Proses Pendidikan Terus Berjalan, Kekurangan Guru Swasta di Tanah Papua Harus Dicarikan Solusi Cepat
Nasional

Pastikan Proses Pendidikan Terus Berjalan, Kekurangan Guru Swasta di Tanah Papua Harus Dicarikan Solusi Cepat

wartabanten
Published: Jumat, 2 Agustus 2024
Share
SHARE

Jakarta, Wartabanten.com – Asisten Deputi Politik, Hukum dan Otonomi Daerah Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) menyelenggarakan rapat koordinasi yang membahas tentang kondisi kekurangan guru pada sekolah yang dikelola masyarakat (swasta/yayasan) di Provinsi Papua, di Ruang Rapat Gedung 2 Lantai 1, Kantor Setwapres, Jakarta, Jumat (02/08/2024).

Dalam pembukaannya, Plh. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan, Suprayoga Hadi, menyampaikan bahwa kondisi kekurangan tenaga pengajar yang terjadi disebabkan oleh lolosnya para guru tersebut dalam proses perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang ditempatkan di sekolah negeri. Untuk itu, diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

“Kekurangan guru swasta/yayasan baik di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah di seluruh Provinsi Papua akibat dari lolosnya para guru diterima menjadi PPPK yang ditempatkan di sekolah-sekolah negeri harus dicarikan solusinya secara cepat. Ini dimaksudkan agar proses pendidikan di sekolah-sekolah tersebut dapat terus berjalan,” imbuh Suprayoga.

Menanggapi fenomena ini, para peserta rapat yang terdiri dari perwakilan instansi pusat, daerah, dan lembaga pendidikan pun memberikan pandangannya.

Perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyampaikan bahwa seleksi penerimaan guru PPPK telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan, salah satunya adalah guru pelamar akan memperoleh ijin dari kepala sekolah swasta/yayasan yang menaungi. Namun pada praktiknya di lapangan, ditemukan beberapa kasus pelamar tidak mendapatkan izin yari tempatnya bernaung. Kemendikbud ristek menilai, celah seperti ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya kekurangan guru di sekolah swasta.

Sejalan dengan Kemendikbudristek, perwakilan Kementerian Dalam Negeri menyampaikan, dari sisi regulasi telah ada kebijakan afirmatif terhadap Papua. Pasal 101 Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2021 Tentang Kewenangan dan Kelembagaan Pelaksanaan Kebijakan Otonomi Khusus Provinsi Papua memberikan ruang bagi pemerintah daerah di Papua untuk menetapkan kebijakan khusus dalam manajemen kepegawaian yang berpedoman pada Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria penyelenggaraan manajemen Aparatur Sipil Negara.

Saat ini, tambahnya, tercatat jumlah sekolah swasta yang terdampak perekrutan guru PPPK di Provinsi Papua Barat Daya saja sebanyak 334 sekolah. Data tersebut belum termasuk di wilayah Papua yang lain. Kekurangan dan kekosongan guru menjadi penting dan perlu untuk ditindaklanjuti karena akan berdampak pada angka HLS (harapan lama sekolah) dan RLS (rata-rata lama sekolah) di Tanah Papua.

Oleh karena itu, sebagai usulan solusi jangka pendek, Kementerian Dalam Negeri memberi usulan untuk dilakukan perekrutan guru-guru dari luar Papua bekerja sama dengan universitas-universitas, dengan sistem kontrak, dan dengan prosedur yang jelas.

Usulan lain juga diberikan oleh pihak perwakilan Kementerian Agama yang hadir. Mereka mengusulkan, solusi jangka yang dapat dilakukan adalah dengan mengangkat misionaris/rohaniwan untuk diangkat sebagai PPPK, untuk kemudian memberikan pembelajaran kepada Orang Asli Papua (OAP) untuk dijadikan guru.

Sementara dari pihak daerah, Anggota BP3OKP Papua Barat Daya memaparkan bahwa terdapat cukup banyak sekolah yayasan di sekitar wilayah Papua.

“Wilayah kabupaten/kota dengan jumlah penduduk mayoritas OAP, didominasi dengan sekolah yayasan. Seperti di wilayah Tambrauw dan Maybrat untuk Provinsi Papua Barat Daya, Paniai untuk Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan didominasi dengan Sekolah Swasta YPPGI,” paparnya.

Ia menambahkan, bahwa jumlah sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA/K di Provinsi Papua Barat Daya didominasi oleh sekolah swasta/yayasan dengan jumlah persentase sebesar 54 persen, dan sisanya adalah sekolah negeri. Di sisi lain, terdapat juga sekolah swasta berbasis agama yang dikelola oleh sebuah yayasan dan merupakan bentuk komitmen bersama pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia di Tanah Papua.. Oleh karena itu, perwakilan daerah Papua juga menyakini pentingnya solusi untuk mengatasi ketimpangan jumlah guru yang terjadi saat ini.

Menutup rapat koordinasi, Suprayoga Hadi pun meminta agar pola penyelesaian permasalahan PPPK yang diusulkan oleh Provinsi Papua Barat Daya berlaku untuk seluruh wilayah Papua. Ia berharap, provinsi lainnya di Papua juga dapat mengajukan usulan yang sama untuk memperoleh gambaran yang lengkap terkait formasi, jumlah kebutuhan guru, serta data terkait lainnya.

Pada kesempatan ini, Suprayoga Hadi juga menyampaikan persiapan untuk mengkaji ulang regulasi yang diperlukan dalam kaitannya dengan percepatan pemenuhan kebutuhan guru di Provinsi Papua, antara lain Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2023 tentang Program Percepatan Pemenuhan Kebutuhan Guru melalui Pendidikan Guru di Provinsi Papua. Ia juga meninta kepada Kementerian Agama, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk dapat turut menyiapkan kebijakan yang akan dikaji ulang.

Rapat yang diselenggarakan secara luring dan daring ini dihadiri oleh perwakilan instansi terkait diantaranya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; Kementerian Agama; Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi; Kementerian Dalam Negeri; Badan Kepegawaian Negara, Sekda Provinsi Papua Barat Daya, Anggota BP3OKP, dan perwakilan sekolah swasta.

TAGGED:IndonesiaKH Ma'ruf AminMaruf AminNasionalPemerintahanWakil Presiden Ma'ruf AminWakil Presiden RIWapresWapres Ma'ruf Amin
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Aksi Bergizi SMPN 1 Cimanuk
Next Article Ratusan Ulama Sepakati Airin Rachmi Diany Layak Menjadi Gubernur Banten
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terbaru

Silaturahmi dengan Para Kiai PP Dalwa Pasuruan, Wapres Mohon Doa untuk Kebaikan Bangsa
Nasional
Perkuat Kemandirian Santri di Era Digital, Wapres Tinjau Pelatihan AI dan Robotik di Pasuruan
Nasional
Terima Audiensi Komunitas Aku Menari, Wapres Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas
Nasional
Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Tangerang Selatan
Hadiri Wisuda Institut Pariwisata Trisakti, Wapres Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Pariwisata Indonesia 
Nasional
Ibu Selvi Dorong UMKM dan Pelestarian Budaya melalui Perlindungan Kekayaan Intelektual
Nasional
Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa
Nasional
Songsong Masa Depan, Wapres Dorong Percepatan Literasi Teknologi Generasi Muda Maluku
Nasional
Terima Asosiasi Pendeta Indonesia, Wapres Dorong Penguatan Persatuan di Tengah Keberagaman
Nasional
Tinjau Pameran INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Dukung Pengembangan Produk Kreatif Para Wirausahawan Muda
Nasional

Rekomendasi

Nasional

Presiden Ajak Nasabah PNM Mekaar di Bitung Jaga Semangat dan Disiplin dalam Berusaha

wartabanten
wartabanten
Jumat, 23 Februari 2024
Nasional

Saat Presiden dan Ibu Iriana Cek Harga sambil Belanja di Pasar Tradisional Purworejo

wartabanten
wartabanten
Selasa, 2 Januari 2024
Nasional

Indonesia Siap Gelar Seri MotoGP 2023 di Mandalika

wartabanten
wartabanten
Rabu, 4 Oktober 2023
Nasional

Pemerintah akan Evaluasi Pemberian Bebas Visa Kunjungan bagi 159 Negara

wartabanten
wartabanten
Selasa, 1 Agustus 2023

IMS Indonesia Arena Diresmikan oleh Presiden, PLN Siap Pasok Listrik Tanpa Kedip Untuk Event Olahraga atau Konser Musik.

wartabanten
wartabanten
Rabu, 9 Agustus 2023
BantenTangerang

Airin Kembali di Doakan Oleh Kiyai dan Tokoh Masyarakat Jadi Gubernur Banten 2024

wartabanten
wartabanten
Minggu, 6 Agustus 2023
Nasional

Groundbreaking Gedung LPS, Presiden Harap Kepercayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Makin Meningkat

wartabanten
wartabanten
Rabu, 17 Januari 2024
Banten

Airin Rachmi Diany Ajak Seluruh Pihak Bersama-sama Memberikan Perlindungan dan Membahagiakan Anak-anak

Warta Banten
Warta Banten
Rabu, 6 Desember 2023
Nasional

Presiden Jokowi Tinjau Stabilitas Harga di Pasar Lacaria Jelang Iduladha

wartabanten
wartabanten
Selasa, 14 Mei 2024
Show More
Wartabanten.comWartabanten.com
Follow US
© 2023 WARTABanten.com. Situs Berita & Informasi Seputar Banten. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kode Etik
  • Contact
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?