Wartabanten.comWartabanten.comWartabanten.com
  • Home
  • Nasional
  • Bisnis
  • Banten
    • Cilegon
    • Kabupaten Serang
    • Kota Serang
    • Lebak
    • Pandeglang
    • Tangerang
      • Kabupaten Tangerang
      • Kota Tangerang
      • Tangerang Selatan
  • Indeks Berita
Search
© 2023 WARTABanten.com. Situs Berita & Informasi Seputar Banten. All Rights Reserved.
Reading: Seminar Untirta Ajak Pemuda Banten Berperan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
Sign In
Notification Show More
Wartabanten.comWartabanten.com
  • Home
  • Nasional
  • Bisnis
  • Banten
  • Indeks Berita
Search
  • Home
  • Nasional
  • Bisnis
  • Banten
    • Cilegon
    • Kabupaten Serang
    • Kota Serang
    • Lebak
    • Pandeglang
    • Tangerang
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2023 WARTABanten.com. Situs Berita & Informasi Seputar Banten. All Rights Reserved.
Wartabanten.com > Seminar Untirta Ajak Pemuda Banten Berperan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
Banten

Seminar Untirta Ajak Pemuda Banten Berperan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan

Warta Banten
Published: Kamis, 29 Oktober 2026
Share
SHARE

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar Seminar Ketahanan Pangan bertema “Mewujudkan Swasembada Pangan, Kontribusi Pemuda bagi Ketahanan Pangan” di Ruang Student Centre 03, Kampus Utama Sindangsari, Rabu (28/10/2026).

Seminar tersebut menghadirkan akademisi, pelaku usaha lokal, dan tokoh pemuda untuk membahas berbagai tantangan pangan nasional sekaligus peluang pengembangan sektor pangan di Banten.

Dosen Teknologi Pangan Untirta, Rifqi Ahmad Riyanto, S.Si., M.Sc., mengawali pemaparannya dengan merujuk pada Global Food Security Index (GFSI) edisi terbaru tahun 2022. Dalam indeks tersebut, Indonesia berada di peringkat ke-63 dari 113 negara dengan skor 60,2.

Dari sejumlah indikator yang dinilai, keterjangkauan pangan Indonesia tergolong kuat dengan menempati peringkat ke-44. Namun, aspek keberlanjutan dan adaptasi masih menjadi kelemahan, dengan posisi Indonesia berada di peringkat ke-83.

Rifqi menegaskan bahwa ketahanan pangan bertumpu pada empat dimensi yang harus terpenuhi secara bersamaan, yaitu ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas. Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Nasional 2026 yang diterbitkan Badan Pangan Nasional, sejumlah wilayah di Banten masih menghadapi kerentanan pangan.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton. Angka tersebut meningkat 13,29 persen dibandingkan produksi pada 2024.

“Peningkatan produksi beras perlu diiringi dengan pemerataan distribusi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Selain persoalan distribusi, Rifqi turut mengingatkan masyarakat mengenai risiko perubahan iklim terhadap ketahanan pangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 mengalami kemunduran di 529 zona musim atau mencakup 61,08 persen luas daratan Indonesia. Kondisi tersebut terjadi di tengah fenomena El Niño yang sangat kuat.

Dari sisi konsumsi, Rifqi mengajak masyarakat untuk mengurangi pemborosan makanan. Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah makanan yang terbuang diperkirakan mencapai 23–48 juta ton setiap tahun.

“Setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjaga ketahanan pangan lokal,” kata dia.

Upaya menjaga ketahanan pangan juga dapat dilakukan melalui pengembangan usaha. Ketua Koperasi Anugerah Aren Banten Nusantara (ARENTA), Sarnata, S.P., membagikan pengalamannya dalam mengembangkan produk pangan lokal.

Ia menyoroti potensi produk pangan lokal dari Lebak, Serang, dan Pandeglang yang masih menghadapi kendala distribusi jarak jauh. Salah satu persoalannya adalah karakteristik gula aren yang mudah rusak, pecah, atau meleleh. Selain itu, pemasaran produk tersebut masih bergantung pada pasar tradisional.

Menurut Sarnata, salah satu solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah melakukan diversifikasi produk. Pengembangan produk dapat dilakukan melalui berbagai varian, mulai dari gula semut, gula aren koin, dan gula cair hingga produk gula jahe, jahe kunyit, serta jahe temulawak.

Ia menjelaskan bahwa diversifikasi produk tersebut berpotensi meningkatkan nilai jual gula aren hingga empat kali lipat.

Bagi pemuda yang ingin merintis usaha serupa, Sarnata menekankan pentingnya memenuhi persyaratan perizinan, seperti dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta menerapkan model bisnis business-to-business (B2B) untuk menembus pasar di luar Banten.

“Dalam membangun bisnis, diperlukan perencanaan dan struktur yang jelas sejak awal,” ujarnya.

Menurut Sarnata, dua tahun pertama dapat menjadi masa evaluasi untuk menentukan apakah usaha layak dilanjutkan atau memerlukan perubahan strategi. Usaha yang dirintisnya kini telah membina 175 petani aren sebagai penyedia bahan baku.

Jika agribisnis membuka peluang di sisi hilir, regenerasi petani menjadi tantangan penting di sisi hulu sektor pertanian.

Ketua BEM Fakultas Pertanian Untirta 2026, Rafii Rizqi Ramadhan, memaparkan data Sensus Pertanian 2023 BPS yang menunjukkan bahwa jumlah petani milenial berusia 19–39 tahun baru mencapai 6,18 juta orang atau 21,93 persen dari total 28,19 juta petani di Indonesia.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar petani Indonesia masih berasal dari kelompok usia yang lebih tua.

Oleh karena itu, Rafii mendorong mahasiswa untuk melihat peluang yang tersedia di sektor pertanian, tidak merasa gengsi untuk terjun langsung, serta berani mencoba dengan perhitungan yang matang. Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah agribisnis yang memiliki potensi ekonomi besar, sebagaimana dicontohkan oleh Sarnata melalui pengembangan usaha gula aren.

Selain regenerasi petani, Rafii membahas peran mahasiswa dalam mendukung penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani.

“Petani di Banten masih membutuhkan pupuk bersubsidi untuk mendukung kegiatan pertanian,” kata Rafii.

Menurutnya, pupuk bersubsidi dapat dimanfaatkan secara optimal apabila petani telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan memahami tata cara penebusannya.

Rafii juga memaparkan perkembangan penyaluran pupuk bersubsidi di Banten. Mengacu pada data Pupuk Indonesia, hingga akhir Oktober 2026, sekitar 71 ribu ton pupuk bersubsidi telah disalurkan kepada petani di Banten. Sementara itu, stok sekitar 15 ribu ton masih tersedia untuk ditebus oleh petani yang terdaftar menjelang musim tanam Oktober 2026–Maret 2027.

Dalam hal ini, mahasiswa dinilai dapat mengambil peran dengan membantu petani memahami proses pendaftaran e-RDKK. Sistem tersebut diperbarui setiap empat bulan melalui kelompok tani dan penyuluh setempat.

Mahasiswa juga diajak mendukung penyaluran pupuk bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Koperasi tersebut kini menjadi salah satu titik penebusan pupuk bersubsidi seiring terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2026, sehingga akses petani terhadap pupuk diharapkan semakin mudah.

Meski demikian, Rafii mengingatkan bahwa keberhasilan panen tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pupuk, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kualitas lahan.

Terkait kondisi cuaca, Rafii memaparkan bahwa pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan air di tengah ancaman kemarau panjang. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca.

Selain itu, terdapat Program Manunggal Air milik TNI yang berpotensi dimanfaatkan oleh petani di Banten, terutama untuk lahan pertanian tadah hujan. Peluang pemanfaatan program tersebut dapat dijajaki bersama kelompok tani dan pemerintah daerah.

Ketiga narasumber sepakat bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan.

Rifqi menekankan bahwa ketahanan pangan bertumpu pada empat dimensi, yakni ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas. Karena itu, mahasiswa perlu memahami berbagai tantangan yang dihadapi sektor pangan, termasuk risiko iklim.

Sarnata mendorong pemuda untuk melihat pangan lokal, seperti gula aren, sebagai peluang usaha yang menjanjikan apabila dikelola dengan perencanaan yang matang.

Sementara itu, Rafii mengajak mahasiswa untuk mendampingi petani agar bergabung dengan kelompok tani, menggerakkan praktik agribisnis di kalangan pemuda, serta membantu mendorong dan menyosialisasikan program pemerintah di sektor pertanian.

Seminar ini menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, petani, pemuda, dan pelaku usaha, sehingga kemandirian pangan dapat terwujud dari hulu hingga hilir di Banten.

TAGGED:BantenProvinsi BantenUniversitas Sultan Ageng TirtayasaUntirta
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Benyamin Ajak Pemuda Tanamkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terbaru

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Benyamin Ajak Pemuda Tanamkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati
Tangerang Selatan
Pilar: Progres Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen, Siap untuk Porprov Banten 2026
Tangerang Selatan
Terima Father of Asian EV Asal Magelang, Wapres Dorong Inovasi Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa
Nasional
Calon Tunggal Ketua KADIN Banten, Amal Jayabaya Siapkan 10 Program Strategis
Banten
M Azzari Jayabaya Calon Tunggal, Muprov VII KADIN Banten Berpotensi Aklamasi
Banten
Serap Aspirasi Jemaat GKPMI, Wapres Dukung Transformasi Pelayanan Agar Berdampak Lebih Luas
Nasional
Benyamin Uji Coba Tanam Padi Apung di Tandon Ciater
Tangerang Selatan
Pemkot Tangsel Perkuat Pencegahan TPPO bagi Calon Pekerja Migran
Tangerang Selatan
Pilar Dorong Siswa Aktif Peduli Lingkungan
Tangerang Selatan
Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap
Nasional

Rekomendasi

Pandeglang

Bupati Irna Sambut Kedatangan Jemaah Haji Pandeglang di Asrama Haji Pemprov Banten

wartabanten
wartabanten
Jumat, 28 Juni 2024
Banten

Relawan Almijan Kian Masif Galang Dukungan Masyarakat untuk Pilih Ganjar-Mahfud

wartabanten
wartabanten
Selasa, 21 November 2023
BantenKota Serang

Ketua TKD Banten Airin Rachmi Diany Sebut Kerja Bersama Saling Berkolaborasi Kunci Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran di Pilpres 2024

Warta Banten
Warta Banten
Senin, 18 Desember 2023
BantenLebak

Airin Rachmi Diany Minta Taekwondo Lebak Jaga Soliditas dan Kekompakan

wartabanten
wartabanten
Minggu, 3 September 2023
Tangerang Selatan

Di Balik Warta Kota Awards, PAM Tangsel dan PAM Depok Tumbuh dari Fondasi Berbeda

Warta Banten
Warta Banten
Kamis, 9 Juli 2026
Banten

Airin Rachmi Diany Sebut Pengembangan Inovasi dan Kreativitas Masyarakat Tingkatkan Daya Saing Desa

wartabanten
wartabanten
Kamis, 22 Februari 2024
Banten

Ratusan Masyarakat Kopo Teriaki Airin Rachmi Diany Gubernur Banten

wartabanten
wartabanten
Rabu, 7 Juni 2023
Kabupaten Tangerang

Buka Kejuaraan IISTC 2023, Ketua TI Banten Airin Rachmi Diany Harap Dapat Lahir Bibit Atlet Taekwondo Berprestasi di Tingkat Dunia

wartabanten
wartabanten
Sabtu, 16 Desember 2023
Lebak

Airin Sebut Pentingnya Pendidikan Dengan Kualitas Yang Baik di Banten

wartabanten
wartabanten
Senin, 10 Juli 2023
Show More
Wartabanten.comWartabanten.com
Follow US
© 2023 WARTABanten.com. Situs Berita & Informasi Seputar Banten. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kode Etik
  • Contact
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?