SMK Ikhlas Multi Program Jawilan Gelar Upacara Peringatan HGN

ansori, 28 Nov 2018,
Share w.App T.Me

 

INDONESIASATU.CO.ID; SERANG, | Dalam memperingatan Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada tanggal 25/11/2018. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ikhlas Multi Program Jawilan yang beralamat di Jalan Raya Cikande - Rangkasbitung Km.10 No.1, Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang - Banten menggelar upacara bendera di lapangan SMK Ikhlas Multiprogram Jawilan kemarin (26/11/2018).

Upacara bendera tersebut diikuti oleh Seluruh Dewan Guru, Staf Tata Usaha (TU) dan seluruh siswa dari kelas X, XI, XII dari 6 Kompetensi Keahlian yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multi Media (MM), Akuntansi (AK), Manajemen Perkantoran (MP), Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Perawat Kesehatan (PK) dengan lebih dari 1300 siswa. 

Bertindak sebagai pembina upacara yakni Wakil Kepala Sekolah Bidang (Wakabid) Kurikulum Ahmad Fahrudin, S.Pd, mengatakan bahwa peringatan hari guru tahun 2018 ini bertema Keteladan Sosok Guru Yang Harus Dimunculkan Dan Diikuti Oleh Seluruh Siswa.

"Hari guru harus dijadikan momentum untuk siswanya supaya menteladani sikap-sikap yang baik," ujarnya, Rabu (27/11/28).

Sebagai contoh ia menambahkan, Baginda Nabi Besar Muhammad SAW adalah seorang guru yang mampu mengajarkan ajaran-ajaran yang baik dalam kehidupan sehari-harinya terutama tentang akhlaq, sebagaimana dalam hadits bahwa beliau diutus itu untuk menyempurnakan akhlaq.

"Itu yang harus dicontohkan oleh sosok guru, yaitu guru yang berakhlaq kemudian juga harus diikuti oleh seluruh siswanya yang mampu berakhlaq. Sehingga dalam kehidupan lingkungan sekolah siswa maupun guru benar-benar menjadi sosok yang berakhlaqul karimah," imbuhnya.

Ditempat terpisah, Pembina OSIS SMK Ikhlas Multiprogram Jawilan M Wahyudin, S. Pd.I., M.Pd. di dampingi guru senior Ucu Nurdiyanti, S.Pd ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa peran guru zaman dulu dan guru zaman sekarang ini sangat berbeda, Kenapa berbeda pertama dilihat dari pola fikir.

"Pola fikir guru zaman dulu dan guru zaman sekarang sangat Berbeda. Karena guru zaman dulu itu hanya memikirkan bagaimana mencerdaskan anak bangsa dan tanpa tanda jasa. Ketika diubah semuanya, dari filosofi itu, karena ada bahasa tanpa tanda jasa itu sangat berbeda dengan guru zaman sekarang," kata dia.

Kalau dulu itu masih katanya, pahlawan tanpa tanda jasa, tapi kalau sekarang menjadi Pahlawan Cendekian. Yang kedua dari metode pembelajaran pun berbeda, karena melihat dari sisi perkembangan dunia zaman sekarang sangat berbeda baik dari segi guru dan siswanya.

Ketika disinggung dalam hal kesejahteraan guru yang dijanjikan pemerintah, beliau memaparkan, banyak dari kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada guru terutama dalam hal kesejahteraan.

"Karena pemerintah kurang menjamin masa depan dari guru tersebut. Terutama guru swasta atau honorer sehingga terjadi aksi demo kemarin, menyangkut nasib para guru tersebut," tukasnya.

Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan pembagian tas bagi 200 pendaftar, dan gratis SPP untuk 100 pendaftar pertama yang diserahkan langsung oleh ketua PPDB Endin Safrudin, S.Pd.I dan ditutup dengan penyerahan kue ucapan selamat dari perwakilan siswa kepada dewan guru. (Ansori)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu