Rampas Motor Milik Debitur, Oknum Matel Terancam Pidana

INDONESIASATU.CO.ID:

Pandeglang,Banten,- Satu unit motor jenis Yamaha Jupiter bernomor polisi A 3276 MB, milik Heni Anggraeni warga Kampung Cipacing Desa Ciputri Kabupaten Pandeglang, belakangan diketahui raib dirampas oknum Debt Colector atau biasa disebut dengan istilah Mata Elang (Matel), di ruas Jalan Baros Kota Serang - Warunggunung Rangkas Bitung pada Selasa (30/04/2019), Pukul 15.00 WIB.

Atas peristiwa itu menurut Ervan Holid yang tak lain adalah suami Heni (Pemilik kendaraan), kepada indonesiasatu.co.id mengaku kesal dan geram dengan prilaku Matel yang dinilai sudah tidak berprikemanusiaan dan tak beretika dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sebagai seorang penagih atau debt colector terhadap konsumen yang kreditnya macet.

"Mereka itu sudah keterlaluan, seenaknya aja ngambil barang milik orang lain. Terlebih ngambil motor istri saya itu di jalan raya, jelas hal itu tidak dibenarkan, itu kan sama saja mereka merampas atau bisa dibilang mereka adalah begal jalanan", ujar Ervan

Bahkan kata Ervan lebih lanjut, akibat ulah perbuatan Matel yang mengambil paksa kendaraan milik istrinya itu, kini istrinya (Heni) mengalami shok dan jatuh sakit.

"Istri saya shok dan jatuh sakit setelah mengetahui kalau motornya diambil paksa sama matel dijalan raya" imbuhnya

Ervan pun menjelaskan kronologi kejadian, menurut informasi yang diperolehnya, ketika itu motor milik istrinya dipinjam adiknya bernama Arif Hidayat yang akan mencari gas elfiji ke daerah Baros Kota Serang. Namun diperjalanan tepatnya jalan raya wates arah warunggunung kota Rangkas Bitung, oknum matel memberhentikan kendaraan dan langsung merampas kunci kontak, setelah itu tanpa basa basi mereka pergi begitu saja meninggalkan korban dengan membawa satu unit motor hasil rampasan tersebut menuju arah kota Rangkas Bitung Kabupaten Lebak Banten.

Akibat ulah oknum debt colector yang dianggap telah menyalahi prosedur dalam menjalankan pekerjaannya dan telah menyebabkan kerugian terhadap korban serta pemilik kendaraan, pihak korban pun akan segera menempuh jalur hukum. Kemungkinan lantaran  kejadian peristiwa
terjadi di wilayah hukum kota Rangkas Bitung maka korbn pun rencananya akan mendatangi Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Warunggunung Rangkas Bitung guna melaporkan kasus tersebut.
 

"Ya saya atas nama pemilik kendaraan yang telah menjadi korban prilaku Matel tidak terima atas perbuatan mereka yang telah meerugian keluarga hingga jatuh sakitnya istri saya pun akibat ulah mereka. Untuk itu saya rencananya dalam waktu dekat ini akan melaporkan masalah ini kepihak berwajib dalam hal ini laporan pengaduan di Polsek Warunggunung", cetus Ervan seraya menambahkan dengan laporan itu dirinya berharap kedepan tidak ada lagi warga yang resah bahkan menjadi korban akibat ulah matel atau mata elang atau oknum debt collector tersebut.
 
Sementara dari pengakuan yang disampaikan korban kepada indonesiasatu.co.id pihak Matel yang bertanggung jawab terhadap unit kendaraan milik debitur adalah oknum berinisial 'H' dan E. Dari pengakuan korban tersebut indonesiasatu.co.id pun mengkonfirmasi kedua oknum debt collector tersebut via telphon selular.
 
Kepada indonesiasatu.co.id kedua oknum H dan E mengakui telah menarik satu unit motor dan membenarkan unit tersebut milik Heni Anggraeni yang saat dirampas dikendarai oleh Arif Hidayat adik Heni.
 
"Ya kami yang melakukan penarikan motor tersebut lantaran punya tunggakan kepada lising atau finance", ujar H dan E
 
Ketika indonesiasatu.co.id mempertanyakan kenapa penarikan satu unit motor dilakukan ditengah jalan ? H dan E mengatakan kalau itu sudah prosedur kami sebagai remedial yang bekerjasama dengan pihak finance.
 
"Soal tarik menarik unit jaminan itu gimana kami pak, karena itu sudah tanggung jawab kami kepada perusahaan finance guna mengamankan unit jaminan kredit", cetus H dan E via telphon selular kepada indonesiasatu.co.id
 
Ditempat terpisah menyikapi pernyataan kedua oknum matel, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Komunikasi Masyarakat Banten (LSM-FKMB) Kabupaten Pandeglang, Yusuf Alayubi Minggu (05/05/2019), angkat bicara.
 
Menurutnya, tindakan yang telah dilakukan pihak debt collector atau matel dengan merampas unit kendaraan jaminan milik debitur sama sekali tidak dibenarkan dan dinilai pelanggaran hukum.
"Apa yang dilakukan matel jelas perbuatan kriminal dan mesti dilaporkan ke pihak berwajib dalam hal ini kepolisian sebagai penegak hukum", tegas Yusuf seraya menambahkan, pihak finance atau perusahaan pembiayaan masyarakat dalam operasional kerjanya diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan jika debitur punya tunggakan kepada kreditur tidak semestinya unit sebagai jaminan ditarik paksa. Karena setiap melakukan sita jaminan semestinya yang menarik itu pihak pengadilan bukan pihak oknum matel.
 
"Jelas matel telah melakukan tindak pidana dengan menarik atau merampas barang yang bukan miliknya. Harusnya melalui prosedural hukum ketika mereka melakukan penarikan atau penyitaan barang jaminan tersebut, bukan seperti itu menarik jaminan ala premanisme", tutup (dhank)
  • Whatsapp

Index Berita