Pekerjaan Jalan Jiput-Muruy Diduga Asal Jadi, Diprotes Warga

INDONESIASATU.CO.ID:

 

Pandeglang, Banten, - Warga Kecamatan Jiput kecewa terhadap rekanan pelaksana pemeliharaan ruas jalan Jiput menuju Muruy dengan nomor kontrak, 600/1/SPK-Kons/RPJ/DPUPR-BM/2018, besaran anggaran Rp. 318.195.759,-, yang diduga pekerjaan tersebut dilaksanakan asal jadi (Asjad). Hal itu terlihat dari aspal yang menempel pada badan jalan sudah pada retak dan terkelupas, padahal pekerjaan jalan itu baru selesai dibangun.

Seperti yang dikatakan seorang warga Jiput Kecamatan Jiput, Olih Kun Sholehudin Chud kepada indonesiasatu.co.id, Senin (29/10) mengaku kesal dan kecewa atas pekerjaan yang telah dilaksanakan CV Dwi Putera Mandiri. 

"Kami warga jiput tentu tidak bisa menerima hasil pekerjaan jalan semacam itu. Karena baru saja dibangun aspal badan jalan sudah banyak yang hancur dan terkelupas. Apalagi nanti satu tahun kemudian pasti aspal jalan sudah tidak ada lagi menempel dibadan jalan", ujar Olih

Menanggapi pekerjaan rekanan yang ditenggarai asal jadi, Olih berencana akan mengadukan hal tersebut kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang.

"Kalau pihak rekanan tidak bisa memperbaikinya. Masalah ini kami akan adukan ke DPUPR atau bahkan ke Bupati", imbuhnya

Hal senada dikatakan Warga Kampung Pamarayan Kecamatan Jiput, Yudi. Kepada indonesiasatu.co.id, dirinya dan warga Kampung pamarayan tidak bisa menerima hasil pekerjaan tersebut, lantaran dirinya mensinyalir pihak rekanan lebih mengutamakan keuntungan ketimbang mutu dan kualitas jalan. 

"Pengusaha memang pasti cari untung. Tapi jangan juga cari keuntungannya yang keterlaluan sampai -sampai harus mengurangi spek kontruksi, mereka harus juga memperhatikan mutu pekerjaan. Kan dampaknya jelas dirasakan masyarakat", tukasnya

Jika dilihat dari turunnya harga  penawaran dari nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS), menurut Yudi, semestinya pengusaha bisa lebih maksimal dalam pengerjaan fisik, dengan memperhatikan kualitas hotmix yang digunakan. 

"Tapi kalo seperti ini terkesan asal- asalan. Bahkan masih banyak jalan yang berlubang yang di abaikan oleh pelaksana itu", jelasnya.

Sementara Kepala Bidan Bina Marga DPUPR Kabupaten Pandeglang, Dana Ketika dihubungi indonesiasatu.co.id via telphon selularnya, Selasa (30/10) mengatakan, menyoal adanya laporan warga terkait pekerjaan pemeliharaan jalan yang diduga bermasalah, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu ke titik lokasi.

"Owh iya pak kami tanggapi laporan warga itu. Tapi kami saat ini sedang melakukan PHO dilapangan. Terkait laporan tersebut saya bersama tim BM-DPUPR tentu akan mengecek dulu ke lokasi pekerjaan dimaksud itu", tegasnya (Ade/ dhank)

  • Whatsapp

Index Berita