Oknum Pelaksana CV Habil Putera Mandiri Diduga Gelapkan Uang Upah Kerja Tukang

INDONESIASATU.CO.ID:

Pandeglang, Banten, - Pelaksana kerja perusahaan jasa kontruksi CV Habil Putera Mandiri (HPM), Asep diduga melakukan penggelapan uang upah kerja tukang pada proyek pekerjaan pembangunan betonisasi Jalan Kampung Sabang - Kampung Bakung dan Jalan Ciburial - Cikadu Kabupaten Pandeglang, Banten yang dilaksanakan CV HPM.

Seperti pada pemberitaan indonesiasatu.co.id lalu dengan judul 'Direktur CV HPM Diduga Abaikan Upah Kerja Tukang', itu benar adanya. Hal ini diakui Direktur CV HPM, Andin Solahudin kepada indonesiasatu.co.id, melalui pesan WhatsApp Rabu (16/01/2019), membenarkan kalau karyawan perusahaannya sebagai pelaksana pekerjaan dilapangan, saudara Asep, tidak membayarkan upah kerja kepada tukang. Padahal menurut Andin, dirinya telah melunasi seluruh biaya kerja tukang termasuk biaya bahan material kepada Asep.

"Soal katanya tukang belum menerima Upah itu saya kurang tahu. Karena saya sudah mempercayakan kepada saudara Asep sebagai pelaksana pekerjaan dilapangan. Dan semua biaya terkait pekerjaan baik itu upah tukang dan biaya bahan matrial sudah saya bayarkan semuanya kepada Asep", jelas Direktur CV Habil Putera Mandiri, Andin Solahudin seraya mengatakan, jika masih ada permasalahan belum terbayarnya upah kerja dan biaya lain berkaitan dengan pekerjaan saya, semuanya itu tanggung jawab Asep.

Sementara pelaksana pekerjaan CV HPM, saudara Asep, ketika dikonfirmasi, mengakui kesalahannya belum membayarkan uang upah kerja tukang termasuk biaya bahan material yang terutang.

"Benar pak saya memang akui kalau upah kerja tukang belum saya bayaran kepada tukang yang bersangkutan dengan jumlah kurang lebih sebesar Rp. 45 juta dan jumlah tersebut belum termasuk biaya bahan material terutang", terang Asep 

Menanggapi hal tersebut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Keadilan Masyarakat Banten (FKMB) Kabupaten Pandeglang, Tb Yusuf Al-Ayubi angkat bicara. Pihaknya menyesalkan pihak pelaksana pekerjaan yang tidak memperhatikan terhadap tukang atau pekerja.

"Harusnya hal itu tidak terjadi. Karena kasihan tukang atau pekerja mereka kan bekerja ingin mendapat upah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Nah sekarang mereka (tukang-red), tidak menerima upah kerja, sementara kegiatan pekerjaan tersebut sudah selesai pelaksanaannya dan telah dibayar oleh dinas terkait", tutur Yusuf seraya berharap pihak pelaksana atau pun perusahaan dapat segera menyelesaikan permasalahan tersebut. (dhank)

 

  • Whatsapp

Index Berita